Lesbumi NU: Menyebarkan Dakwah Berbasis Budaya di Indonesia
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk menelaah prinsip komunikasi dakwah berbasis budaya pada Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU). Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah perspektif budaya dari Littlejohn, Foss dan Oetzel. Untuk membedah hal tersebut, maka riset ini dilakukan dengan jenis kualitatif yang berbasis studi pustaka. Data diperoleh dari hasil telaah terhadap artikel jurnal, berita, prosiding dan berita yang berkaitan dengan konten penelitian. Berdasarkan model analisis dari Miles dan Huberman, riset ini menemukan bahwa prinsip komunikasi budaya pada lembaga budaya ini telah mengakomodir berbagai budaya distingtif. Hal tersebut membuktikan bahwa subjek kajian ini merealisasikan al-‘Adah Muhakkamah atau kompetensi komunikasi-dakwah antarbudaya. Kemudian, organisasi yang diteliti ini mengadaptasi keberagaman di tubuh organisasi. Hal ini terlihat dari sifat inklusif para anggota terhadap budaya baru (Ta’aruf). Selanjutnya, negosiasi keberagaman berbasis pada konsep budaya bersama. Hal ini terlihat dari adanya diskusi budaya yang dimiliki anggota organisasi (Musyawarah).
