http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/issue/feedAt-Ta'lim : Kajian Pendidikan Agama Islam2026-02-13T01:43:41+00:00Open Journal Systems<div style="text-align: justify;">Jurnal At-Ta'lim adalah Jurnal Print dan E-Journal online yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal sejak bulan April Tahun 2019. Yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan <strong>April </strong>dan <strong>Oktober</strong>. Jurnal Ini didedikasika pada kajian Pendidikan Agama Islam.</div> <div style="text-align: justify;">ISSN (Cetak): <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1555556724&1&&" target="_blank" rel="noopener"><strong>2656-971X</strong></a></div> <div style="text-align: justify;">ISSN (Online): <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1555554319&1&&" target="_blank" rel="noopener"><strong>2656-9728</strong></a></div>http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1078Kreativitas Guru Akidah Akhlak untuk Menumbuhkan Budaya Akademik2025-12-14T14:22:49+00:00Saimullah Saimullah[email protected]<p>Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kreativitas Guru Akidah Akhlak serta menganalisis upaya Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tanjung Jabung Barat dalam menumbuhkan budaya akademik di lingkungan madrasah. Profesi guru adalah amanah mulia yang bertanggung jawab mengembangkan seluruh potensi peserta didik (afektif, kognitif, dan psikomotorik) sesuai nilai-nilai ajaran Islam. Kreativitas guru sangat krusial mengingat tantangan kompleks pendidikan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keimanan (<em>akidah</em>) yang menjadi pondasi utama praktik keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru dan upaya penumbuhan budaya akademik di MAN 1 Tanjung Jabung Barat diwujudkan melalui: 1) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan siswa melalui pelatihan, <em>workshop</em>, seminar, dan kegiatan diskusi; 2) Peningkatan kedisiplinan dan moralitas siswa; dan 3) Penugasan kepada guru untuk melakukan penelitian sebagai bagian dari profesionalitas. Tantangan utama yang dihadapi adalah kendala guru dalam penggunaan teknologi (komputer/laptop) dan penyusunan perangkat pembelajaran (RPP dan Silabus). Kendala ini diatasi oleh Kepala Madrasah melalui pelatihan rutin dan pengawasan langsung (supervisi) di dalam kelas yang diikuti dengan bimbingan dan motivasi.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1079Rasionalisme Sebagai Landasan Epistemologis Dalam Dasar Dasar Pendidikan2025-12-14T14:23:30+00:00Muhammad Muhammad[email protected]M. Zaky Abror[email protected]Zulfa Nabila[email protected]Siti Hazizah[email protected]Hendri Yusuf[email protected]<p>Rasionalisme merupakan salah satu aliran filsafat yang menekankan peran akal budi sebagai sumber utama pengetahuan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan rasionalisme sebagai landasan epistemologis dalam sistem pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisme memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan struktur kurikulum, metodologi pembelajaran, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Rasionalisme dalam pendidikan menekankan pentingnya penggunaan logika, analisis sistematis, dan deduksi dalam proses pembelajaran. Landasan epistemologis rasionalisme memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, menganalisis informasi secara objektif, dan membangun pengetahuan melalui proses reasoning yang terstruktur. Implementasi rasionalisme dalam pendidikan juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih ilmiah dan berbasis evidence. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa rasionalisme sebagai landasan epistemologis sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan modern, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang tinggi.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1080Teori-Teori Kepemimpinan dan Kepemimpinan Dalam Perspektif Islam2025-12-14T14:24:16+00:00Abd Hamid[email protected]<p>Definisi tentang kepemimpin memiliki banyak variasi dan banyak yang mencoba untuk mendefinisikan tentang konsep kepemimpinan ini. Pemimpin adalah orang yang memiliki segala kelebihan dari orang-orang lain. Pemimpin dalam pandangan orang kuno adalah mereka yang dianggap paling pandai tentang berbagai hal yang ada hubungannya dengan kelompok dan pemimpin harus pandai melakukannya (pandai memburu, cakap dan pemberani). Jika dikaitkan dengan zaman sekarang ini pemimpin tidak harus bisa memenuhi tugas seperti pada zaman dulu, akan tetapi pemimpin harus memiliki kecakapan, pemimpin sekarang ini hanya memilih seorang pembantu yang mempunyai keahlian yang berkaitan dengan apa yang belum dia miliki, artinya sesuai dengan keahlian. Pembahasan tentang masalah kepemimpinan, sebenarnya sudah banyak diulas dalam buku-buku dan tulisan-tulisan yang membahas tentang kepribadian dan sifat seorang pemimpin mulai zaman Nabi hingga saat ini. Perihal kepemimpinan dalam Islam sudah ada dan berkembang, tepatnya pasca Rasulullah SAW wafat. Wacana kepemimpinan ini timbul karena sudah tidak ada lagi Rasul atau Nabi setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Setelah Rasulullah SAW wafat, berdasarkan fakta sejarah dalam Islam, Umat Islam terpecah belah akibat perdebatan mengenai kepemimpinan dalam Islam, khususnya mengenai proses pemilihan pemimpin dalam Islam dan siapa yang berhak atas kepemimpinan dalam Islam. Sehingga defenisi dan makna kepemimpinan, serta kewenangan yang harus dilaksanakan dengan prinsip-prinsip yang digariskan Al-Qur’an atau Sunnah. Manusia sebagai pelaksana kepemimpinan yang mana harus memiliki kemampuan dalam mempengaruhi orang-orang untuk mencapai suatu tujuan.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1081Membagun Kelayakan Strategik Pendidikan Tinggi Islam Melalui Penjaminan Mutu2025-12-14T14:25:05+00:00Fathul Anwar[email protected]Nur Huda Sari[email protected]<p>Kajian ini menyoroti peran strategis penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam membangun kelayakan institusional pendidikan tinggi Islam. Penjaminan mutu tidak hanya dipahami sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pemenuhan syarat akreditasi, melainkan sebagai refleksi dari kesiapan dan kapasitas institusi dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara bermutu, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di berbagai perguruan tinggi Islam telah menunjukkan kemajuan awal, terutama pada tahap penyusunan dokumen-dokumen utama. Namun, implementasinya masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam budaya kerja sivitas akademika. Berbagai kendala internal, seperti rendahnya pemahaman sumber daya manusia terhadap pentingnya mutu, lemahnya sistem monitoring dan evaluasi, serta keterbatasan anggaran, menjadi faktor penghambat utama efektivitas pelaksanaan SPMI. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi penguatan mutu yang komprehensif melalui empat pendekatan: kepemimpinan transformasional, pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi sistem mutu, serta integrasi nilai-nilai keislaman dengan visi akademik. Pendekatan ini menegaskan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar instrumen administratif, melainkan sarana transformasi strategis yang memperkuat identitas kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi Islam, serta memperluas daya saing di tingkat lokal, nasional, dan global.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1125Pendidikan Pengasuhan Dalam Perspektif Q.S. Luqman Ayat 13-19 Sebagai Upaya Preventif Terhadap Penyalahgunaan Narkoba2026-01-15T08:30:18+00:00Abdul Rahim Saidek[email protected]Nurhuda Nurhuda[email protected]Fathul Anwar[email protected]Rika Novitasari[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan pengasuhan (<em>parenting education</em>) dalam perspektif Q.S. Luqman ayat 13-19 serta relevansinya sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba. Kajian ini menggunakan metode <em>library research</em> (studi kepustakaan) dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan pendidikan pengasuhan Islami, nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an, dan fenomena penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah memberikan dampak yang cukup serius terhadap kehidupan sosial masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi. Dalam konteks tersebut, pendidikan pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan moral anak. Nilai-nilai yang diajarkan Luqman kepada anaknya dalam Q.S. Luqman ayat 13-19, seperti pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah, menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran religius dan tanggung jawab moral generasi muda agar terhindar dari perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1059Implementasi Desain Pembelajaran Kolaboratif Untuk Penguatan Sikap Sosial Islami Di Lingkungan MTs Manbail Futuh2025-12-31T08:40:33+00:00Mochamad Puja Primadani[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi desain pembelajaran kolaboratif dalam penguatan sikap sosial Islami di MTs. Manbail Futuh. Fokus penelitian diarahkan pada dua hal utama, yaitu bagaimana guru menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan sikap sosial Islami siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran kolaboratif melalui kegiatan diskusi kelompok, proyek bersama, dan refleksi nilai yang menekankan kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai. Penerapan model ini terbukti mampu menumbuhkan nilai-nilai Islami seperti ta‘awun (tolong-menolong), tasamuh (toleransi), serta rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, desain pembelajaran kolaboratif berperan penting dalam membangun karakter Islami siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif, interaktif, dan berlandaskan nilai-nilai agama.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1200Pengembangan Kurikulum: Landasan Filosofi, Teologis, Psikologis, Sosiologis2026-02-13T01:43:41+00:00Abdul Rahim Saidek[email protected]Atika Dhanasari[email protected]Rahmi Apriani[email protected]M. Alfikri Azzaki[email protected]<p>Landasan filosofis, teologis, psikologis, dan sosiologis dalam pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Keempat landasan tersebut merupakan fondasi utama dalam merancang kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan peserta didik. Tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tuntutan perubahan sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis literatur terkait pengembangan kurikulum PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa landasan filosofis menjadi penentu arah pendidikan, landasan teologis menjamin kesesuaian kurikulum dengan ajaran Islam, landasan psikologis memastikan relevansi materi dengan tahapan perkembangan peserta didik, dan landasan sosiologis menjadikan kurikulum selaras dengan dinamika masyarakat. Integrasi keempat landasan ini menjadi kunci dalam mewujudkan kurikulum PAI yang komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.</p>2025-10-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##