Tinjauan Islam Terhadap Pelaksanaan Tradisi Mandi Tujuh Bulanan Suku Melayu Di Kelurahan Tungkal Harapan Kecamatan Tungkal Ilir
Abstract
Istilah Tradisi mandi tujuh bulan dalam suku melayu yang mana kehamilan yang memasuki bulan ketujuh dalam masa kehamilan seseorang yang akan menjadi ibu untuk anak pertama. Tujuh bulanan disebut juga upacara tradisional selamatan terhadap bayi yang masih dalam kandungan selama tujuh bulan. Batas tujuh bulan, sebenarnya merupakan simbol budi pekerti agar anak yang akan dilahir menjadi baik. Dalam makna tujuh bulanan terdapat pemaknaan simbol-simbol komunikasi ritual. Tujuan Peneliian ini adalah untuk mengetahui Proses Pelaksanaan Tradisi Mandi Tujuh Bulanan Suku Melayu, Pesan Moral dan Tinjauan Islam Terhadap Pelaksanaan Tradisi Mandi Tujuh Bulanan Suku Melayu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi kualitatif. Dengan metode ini diharapkan mendapatkan pemahaman dan interprestasi yang mendalam mengenai makna dari fakta yang relevan. Objek dalam penelitian ini adalah suku Melayu yang ada di Kelurahan Tungkal Harapan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, dalam Tradisi Tujuh Bulanan Suku Melayu kelurahan Tungkal Harapan tetap mengutamakan dua unsur yaitu adat dan syariat islam. Kedua, pesan dakwah yang terkandung dalam Tujuh Bulanan Suku Melayu Kelurahan Tungkal Harapan. Bagi masyarakat melayu yang ada di Kelurahan Tungkal Harapan, tradisi tersebut banyak sekali megandung pesan-pesan yang baik bagi orang tua meskipun tidak diucapkan secara langsung, namun suku melayu melakukannya dengan bentuk tingkah laku atau perbuatan serta dalam perumpamaan. Dalam hal ini agama juga menyampaikan dakwah berupa lisan, tulisan dan tingkah laku.
