Sumber Dan Pemilihan Tema Bercerita Dan Mendongeng
Abstract
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui metode guru pendidikan anak usia dini mengajar terhadap perkembangan ke pribadian anak Metode mengajar adalah kata yang digunakan untuk menandai serangkaian kegiatan yang diarahkan oleh guru yang hasilnya adalah belajar pada siswa. Metode adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan strategi. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Bercerita dan mendongeng adalah cara efektif untuk mengembangkan bahasa, imajinasi, dan nilai moral anak usia dini (0-6 tahun). Ini sesuai dengan Kurikulum PAUD Indonesia yang menekankan pembelajaran melalui cerita. Di zaman digital sekarang, anak lebih suka gadget daripada cerita lisan, jadi pemilihan sumber dan tema yang tepat sangat penting untuk melestarikan tradisi ini. Keberhasilan kegiatan bercerita dan mendongeng tidak hanya ditentukan oleh cara penyampaian, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh sumber cerita dan pemilihan tema yang digunakan. Sumber cerita yang tepat, seperti cerita rakyat, kisah keagamaan, pengalaman sehari-hari, maupun cerita hasil kreasi pendidik, dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi anak. Sementara itu, pemilihan tema cerita harus disesuaikan dengan usia, tahap perkembangan, serta kebutuhan dan pengalaman anak agar pesan yang disampaikan mudah dipahami dan diterima.
References
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemendikbud.
Mardiah, Dkk. (2023). Mendongeng Melalui Jenis-Jenis Dongeng Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Edukasi, Vol. 11 No. 2, hlm. 126-131.
Nita Priyanti, Dkk. (2022). Strategi Mendongeng. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, hlm. 12.
Priyono. (2001). Mendongeng sebagai Media Pendidikan Anak. Jakarta: PT Grasindo, hlm. 4.
Rukiyah. (2018). Dongeng Mendongeng dan Manfaatnya. Journal Undip, Vol. 2 No. 1, hlm. 102-103.