Tarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA
<p>Tarbiyatul Athfal is an early childhood Islamic education journal published by the Research and Community Service Institute of the An-Nadwah Islamic Institute of Kuala Tungkal. This journal is published twice a year, in February and August. E-ISSN: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20260128271071540">3124-050X</a></p>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkalen-USTarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniThe Effectiveness of Group Counseling for Children With Motor Impairments
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA/article/view/1405
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan konseling melalui permainan kelompok dalam membantu mengatasi hambatan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak BKMT An Nisa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (<em>field research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah salah satu anak kelas A yang mengalami hambatan motorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami hambatan motorik yang ditandai dengan gerakan lambat, cenderung pasif, dan membutuhkan pendampingan guru dalam pembelajaran. Guru memberikan pendekatan konseling melalui permainan kelompok seperti menggunting, menempel, serta mengikuti gerakan guru untuk melatih motorik kasar dan motorik halus anak. Setelah diberikan stimulasi dan pendampingan secara bertahap, anak menunjukkan perkembangan yang positif, seperti lebih aktif, percaya diri, mampu berinteraksi dengan teman, dan mengikuti arahan guru dengan lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan konseling melalui permainan kelompok efektif dalam membantu perkembangan motorik anak usia dini. Keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh stimulasi yang tepat, suasana belajar yang menyenangkan, serta kerja sama antara guru dan orang tua.</p>Titin MartiniRobi Yatun Fitriah
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-2621116Efektivitas Kegiatan Mewarnai Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di Raudhatul Athfal Cahaya Bunda
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA/article/view/1406
<p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan mewarnai dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di Raudhatul Athfal Cahaya Bunda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan lembar penilaian perkembangan motorik halus anak. Data di analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan motorik halus anak setelah melakukan kegiatan kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan, kontrol gerakan jari, serta ketepatan dalam menggunaka alat tulis. Dengan demikinan kegiatan mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu kegiatan mewarnai dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang mendukung perkembangan motorik halus anak di Raudhatul Athfal Cahaya Bunda.</p>Rini RiniFany SeptyashaRahmawati Rahmawati
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-26211732Counseling in Early Class: Kompetensi Guru dan Pendekatan Individual Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA/article/view/1407
<h1>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam pelaksanaan konseling untuk mengatasi masalah konsentrasi belajar anak usia dini di TK BKMT AN-NISA Kuala Tungkal. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan penting yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (<em>field research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B yang berjumlah 32 anak, dengan sampel 2 anak yang mengalami masalah konsentrasi belajar, yaitu Ais dan Fandi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru berperan penting dalam pelaksanaan konseling melalui pendekatan individual. Guru memberikan perhatian khusus, pendampingan intensif, arahan yang jelas, pembelajaran sambil bermain, serta komunikasi aktif dengan orang tua. Kompetensi pedagogik terlihat dari kemampuan guru memahami karakteristik anak dan menciptakan pembelajaran menarik. Kompetensi profesional terlihat dari kemampuan mengenali kesulitan konsentrasi dan memberikan penanganan tepat. Kompetensi sosial ditunjukkan melalui kerja sama dengan orang tua, sedangkan kompetensi kepribadian terlihat dari sikap sabar, lembut, dan penuh perhatian. Pendekatan individual menunjukkan adanya perubahan perilaku dan peningkatan konsentrasi belajar secara bertahap. Dengan demikian, kompetensi guru dalam pelaksanaan konseling efektif membantu mengatasi masalah konsentrasi belajar anak usia dini.</h1>Titin MartiniEka Rosanti
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-26213345Sumber Dan Pemilihan Tema Bercerita Dan Mendongeng
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA/article/view/1408
<p>Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui metode guru pendidikan anak usia dini mengajar terhadap perkembangan ke pribadian anak Metode mengajar adalah kata yang digunakan untuk menandai serangkaian kegiatan yang diarahkan oleh guru yang hasilnya adalah belajar pada siswa. Metode adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan strategi. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Bercerita dan mendongeng adalah cara efektif untuk mengembangkan bahasa, imajinasi, dan nilai moral anak usia dini (0-6 tahun). Ini sesuai dengan Kurikulum PAUD Indonesia yang menekankan pembelajaran melalui cerita. Di zaman digital sekarang, anak lebih suka gadget daripada cerita lisan, jadi pemilihan sumber dan tema yang tepat sangat penting untuk melestarikan tradisi ini. Keberhasilan kegiatan bercerita dan mendongeng tidak hanya ditentukan oleh cara penyampaian, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh sumber cerita dan pemilihan tema yang digunakan. Sumber cerita yang tepat, seperti cerita rakyat, kisah keagamaan, pengalaman sehari-hari, maupun cerita hasil kreasi pendidik, dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi anak. Sementara itu, pemilihan tema cerita harus disesuaikan dengan usia, tahap perkembangan, serta kebutuhan dan pengalaman anak agar pesan yang disampaikan mudah dipahami dan diterima.</p>Darain Darain
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-26214653Optimalisasi Lingkungan Literasi Kelas Dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini
https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/TA/article/view/1409
<p>Minat baca merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini karena berperan dalam mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan emosional anak. Namun, rendahnya minat baca pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat baca anak adalah lingkungan literasi kelas yang tersedia di lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan literasi kelas dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada guru kelas dan kepala sekolah yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan literasi kelas memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca anak melalui penyediaan pojok baca, ketersediaan buku yang menarik, penggunaan media literasi visual, serta keterlibatan aktif guru dalam kegiatan membaca. Lingkungan kelas yang kaya literasi mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak lebih tertarik untuk berinteraksi dengan bahan bacaan. Dengan demikian, pengembangan lingkungan literasi kelas perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan minat baca anak usia dini.</p>Abul Khoir
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-26215471