Reorientasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam melalui Pendekatan Humanistik dan Rekonstruksi Sosial di Era Global

  • Abdul Rahim Saidek Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Tanti Tanti Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Fathul Anwar Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal
  • Taufik Rahman Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Keywords: Kurikulum PAI, Humanistik, Rekonstruktif, Peserta Didik, Evaluasi Proses

Abstract

Artikel ini menganalisis pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan humanistik dan rekonstruktif sebagai respons terhadap tuntutan pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji teori pendidikan humanistik serta literatur terkait kurikulum PAI. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan humanistik menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pembelajaran, menekankan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara utuh, serta mendorong evaluasi berbasis proses. Sementara itu, pendekatan rekonstruktif menekankan pentingnya keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan sosial, tantangan masyarakat, serta dinamika perubahan zaman. Integrasi keduanya menghasilkan kurikulum PAI yang lebih adaptif, relevan, dan bermakna, sehingga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum PAI seharusnya berorientasi pada kebutuhan peserta didik sekaligus tuntutan sosial agar pendidikan dapat melahirkan generasi yang humanis dan responsif terhadap perkembangan global.

Published
2026-04-22
How to Cite
Saidek, A., Tanti, T., Anwar, F., & Rahman, T. (2026). Reorientasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam melalui Pendekatan Humanistik dan Rekonstruksi Sosial di Era Global. At-Ta’lim : Kajian Pendidikan Agama Islam, 8(1), 18-39. Retrieved from https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attalim/article/view/1233