Internalisasi Nilai Akhlak Melalui Tradisi Lisan: Studi Etnopedagogi Di Komunitas Adat Melayu Jambi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai akhlak melalui tradisi lisan dalam konteks etnopedagogi di komunitas adat Melayu Jambi. Tradisi lisan, seperti pantun, petatah-petitih, cerita rakyat, dan syair, merupakan warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan pewarisan identitas, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai-nilai moral dan akhlak kepada generasi muda. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi etnografi, penelitian ini dilakukan di beberapa komunitas adat Melayu Jambi yang masih melestarikan tradisi lisan dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, guru, dan generasi muda, serta dokumentasi tradisi lisan yang digunakan dalam kegiatan adat dan pendidikan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai akhlak seperti jujur, hormat, tanggung jawab, serta kasih sayang. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara simbolik dan kontekstual dalam bentuk bahasa yang sederhana namun sarat makna, yang mampu menyentuh sisi afektif pendengar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi lisan sebagai bagian dari praktik etnopedagogi komunitas adat Melayu Jambi merupakan strategi pendidikan kultural yang efektif dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Temuan ini membuka ruang untuk pengembangan model pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam sistem pendidikan formal dan non-formal di Indonesia.
References
Ardiawan, I Ketut Ngurah. “Ethnopedagogy And Local Genius: An Ethnographic Study,” 42:00065. SHS Web of Conferences, 2018. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200065.
Clarke, Victoria, dan Virgian Braun. “Thematic Analysis.” The Journal of Positive Psychology 12, no. 3 (2017): 297–98. https://doi.org/10.1080/17439760.2016.1262613.
Khaidir, Muhammad, dan Muhammad Qorib. “Metode Pendidikan Akhlak Menurut Ibnu Taimiyah Dalam Kitab Tazkiyatun Nafs.” Ijtimayah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya 7, no. 1 (2023). http://dx.doi.org/10.30821/ijtimaiyah.v7i1.18942.
Manarfa, Arman, dan Djamila Lasaiba. “Jejak Karakter di atas Budaya: Menelusuri Identitas dalam Pendidikan.” Lani Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya 4, no. 1 (2023): 67–75. https://doi.org/10.30598/Lanivol4iss1page67-75.
Muzakkir. “Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal.” Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian 2, no. 2 (2021): 28–39. https://doi.org/10.56806/jh.v2i2.16.
Putri Irmayanti, Azizah, Sasmi Nelwati, Khadijah, Syamsi, dan Febrian Maulana. “Upaya Guru Fiqih Mengintegrasikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Minangkabau Berbasis Islam Di MAN 2 Padang.” AT-TAJDID: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 8, no. 1 (2024): 21–41.
Rozani, M, A Asista, L Hartati, N Oktarina, dan M Fardiansyah. “Kearifan Lokal (Local Wisdom) Melayu: Tunjuk Ajar, Puisi, dan Pantun.” Jurnal Digdaya 3, no. 2 (2024).
Surana, Dedih. “Model Internalisasi Nilai-nilai Islami dalam Kehidupan Siswa-siswi SMP Pemuda Garut.” Ta’Dib: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 1 (2017): 189–201.
Utami, I.G.A. Lokita Purnamika. “Teori Konstruktivisme Dan Teori Sosiokultural: Aplikasi Dalam Pengajaran Bahasa Inggris.” PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya 11, no. 1 (2016): 4–11. https://doi.org/10.23887/prasi.v11i01.10964.
Wati, Erna Ambar. “Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah.” Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah 2, no. 1 (2023): 52–59. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24049.
Yopande, Putra, Rendi, Rahmad Dedek, dan Aisyah. “Integrasi Pendidikan Islam Multikultural dalam Sistem Sosial Pesantren Hidayatullah Bengkulu dan Implikasinya terhadap Pelestarian Budaya Lokal.” Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia 5, no. 1 (2025): 214–23. https://doi.org/10.62491/njpi.2025.v5i1-17.
