PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM MEMBENTUK AKHLAK ANAK PERSPEKTIF AL QUR`AN
Abstract
Akhlak menjadi tonggak utama yang mengukur nilai seorang individu; apabila seseorang memiliki Akhlak yang baik, maka nilai dirinya juga dianggap baik, namun sebaliknya jika Akhlaknya buruk, demikian pula nilai dirinya. Saat ini, kita menyaksikan banyak kalangan seperti ilmuwan, pejabat, akademisi, dan bahkan tokoh publik seperti ustad dan kiyai terlibat dalam perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma etika keagamaan. Beberapa di antara mereka terlibat dalam tindak korupsi, saling menjatuhkan dalam organisasi, bersikap arogan, melakukan kekerasan seksual, penggandaan uang, bahkan ada yang berusaha mengubah ideologi negara. Untuk menanggulangi fenomena ini, diperlukan suatu pendidikan yang sangat tepat, yaitu pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual mencakup dimensi batiniah yang mampu membersihkan hati dan batin seseorang ke keadaan asalnya, yaitu kesucian. Artikel ini membahas bagaimana meresapi hati melalui pendidikan spiritual serta membentuk kepribadian yang memiliki Akhlakul karimah melalui pendidikan semacam itu. Data dalam artikel ini didukung oleh studi literatur yang relevan dan referensi yang mendukung. Artikel ini mengemukakan argumen bahwa pendidikan yang hanya menekankan pada teks, materi, dan contoh dari seorang pendidik tidak akan bertahan lama. Ia akan memudar seiring berjalannya waktu dan perubahan kondisi. Sebaliknya, dengan pendidikan spiritual, seseorang dapat menjaga nilai-nilainya di mana pun dan kapan pun, selama ia konsisten dalam mengasah dan mempertajam dimensi ruhaniahnya melalui pengalaman alam, mauidhoh, dan sunnatulloh.
